:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape.png,520,20,0)/kly-media-production/medias/2911319/original/070266000_1568470625-IMG-6787.JPG)
AMG Pokeragen poker online - , Jakarta - "Tutup botol mungkin hal yang remeh bagi kita. Tapi, kali ini tutup botol memiliki nama. Namanya adalah Ding-Ding," begitulah kalimat pembuka dongeng yang dibawakan
oleh Uncle Fat, seorang storyteller dari Taiwan pada Festival Cerita Nusantara dan Dunia yang dilaksanakan, Sabtu, 14 September 2019 di Perpustakaan Nasional Indonesia, Jakarta Pusat.
AMGPOKER - Kisah Si Tutup Botol Cari Jati Diri di Gelaran Festival Cerita Nusantara dan Dunia
Ding-Ding adalah sebuah tutup botol yang baru lahir dan tinggal bersama kawanan tutup botol lain. Sejak awal, ia sudah tahu bahwa dirinya akan jadi penutup dari sebuah botol.
Setelahnya, Ding-Ding juga mengalami fase seperti manusia, di mana ia harus masuk sekolah. "Ding-Ding juga masuk sekolah, sama seperti kalian," kata Uncle Fat pada anak-anak yang menontonnya.
Saat bersekolah, Ding-Ding diajari bagaimana seharusnya tutup botol bekerja. Ia juga dibekali ilmu menjadi sebuah tutup botol yang baik. Jika telah mendapatkan semua ilmu, semua tutup botol akan ditugaskan untuk jadi penutup dari botol-botol yang ada.
Ding-Ding dan semua tutup botol bersekolah hanya tiga hari. Setelah itu, mereka dinyatakan lulus
dan akan langsung dilakukan pembagian pekerjaan. Mirisnya, semua tutup botol tidak mengetahui mereka akan jadi tutup untuk botol apa. Bisa saja air mineral, minuman soda, atau mungkin kecap.
"Aku sih tidak mau jadi tutup botol kecap asin. Nanti aku keasinan, hiiii". "Kalau aku, tidak mau jadi tutup botol saus sambal. Nanti kepedasan." ujar beberapa tutup botol dalam cerita.
Mendengar hal tersebut, Ding-Ding merasa nasibnya tidak bisa ditentukan oleh orang lain. Ia mau menentukan nasibnya sendiri dan menolak hanya jadi sekadar penutup botol yang nantinya akan dibuang. Ding-Ding memutuskan untuk kabur dari kawanannya dan mengeksplorasi dunia luar.
Ia menggelinding di jalanan, menuruni tangga, hingga akhirnya sampai di pinggiran sungai. Di sana,
ia bertemu seekor semut yang sedang menangis. Ding-Ding menghampiri dan bertanya, "Hai,
kawanku semut. Mengapa kamu menangis?". Semut menjawab, "Aku ingin pulang ke rumah, tapi aku tidak bisa menyebrangi sungai ini".
Ding-Ding berpikir dan menemukan akal. Ia membalikkan badan dan menyuruh semut untuk naik ke atasnya. Mengetahui dirinya bisa mengapung, Ding-Ding mengantarkan semut menyebrangi sungai.
Sesampainya di seberang sungai, semut mengucapkan terima kasih dan mengatakan bahwa Ding-Ding adalah teman yang sangat baik. Mendengarnya, Ding-Ding jadi senang dan mereka pun berteman.
Setelah berpisah dengan semut, Ding-Ding kembali menyusuri jalanan. Kali ini, ia bertemu seorang
gadis kecil yang sedang menangis. Melihatnya, Ding- Ding menanyakan mengapa dia menangis. "Aku kesepian, tidak ada yang mau bermain denganku," balas gadis kecil itu.
Ding-Ding akhirnya menghibur gadis kecil itu dan ia tertawa. Mereka juga akhirnya jadi teman.
Mendapatkan banyak teman dan bisa membantu makhluk lain membuat Ding-Ding merasa senang. Ia merasa bahwa meskipun hanya sebuah tutup botol, ia bisa menjadi berkat untuk orang lain.
Tepuk tangan anak-anak menjadi penutup manis dari cerita sebuah tutup botol yang berhasil mencari jati dirinya.
Festival Cerita Nusantara dan Dunia sendiri adalah salah satu kegiatan yang diselenggarakan Komunitas Ayo Dongeng Indonesia dalam rangka Menuju Festival Dongeng Internasional Indonesia 2019.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 14--15 September 2019 di lantai empat dan tujuh Perpustakaan Nasional Indonesia, Jl. Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Acara ini juga bagian dari Perpusnas Expo 2019.
Baca Juga : AMGPOKER - Top 3 Berita Hari Ini: Resep Barongko, Makanan Raja Bugis Kesukaan BJ Habibie
Menghadirkan pendongeng dari Indonesia dan mancanegara, yakni Ariyo Zidni dari Indoenesia, Uncle Fat dari Taiwan, dan Richard Dian Vilar dari Filipina, festival ini bertujuan mengangkat
beberapa cerita nusantara dan memperkenalkan cerita dari negara lain. Selain itu, acara ini juga digunakan sebagai perayaan ulang tahun ke 39 Perpusnas.

0 Comments